Kumpulan Berita Viral dari Sosmed

Tragis ....., Baru Sehari Seorang Pemancing Tenggelam, saat Ditemukan Tinggal Tulang Belulang

Tragis ....., Baru Sehari Seorang Pemancing Tenggelam, saat Ditemukan Tinggal Tulang Belulang






Menurut keterangan sejumlah warga yang dihimpun penulis, saat memantau ke Kumai, Kamis 24 Februari 2022. Masih banyak warga sekitar Kota Kumai yang membicarakan tentang ditemukannya 1 dari 2 pemancing yang tenggelam. Pasalnya 1 orang yang ditemukan itu kondisinya sangat mengenaskan, karena baru tenggelam satu hari satu malam jasadnya sudah tinggal tulang belulang.

“Pokonya harus hati-hati bagi mereka yang hobi mancing, usahakan yang macing bisa berenang dan kalau sewa kapal klotok kondisinya harus yang bagus, serta usahakan kalau mancing cuacanya bersahabat, tidak sedang musim hujan,” kata sejumlah warga yang nongkrong di warung Kopi simpang tiga depan Pelabuhan Panglima Utar Kumai.Pembicaraan warga tentang pemancing yang tenggelam baru 1 hari 1 malam ditemukan sudah jadi tulang belulang, akhirnya merembet kepada cerita berbagai kejadian di masa lalu. 

Seperti banyak orang yang jatuh ke sungai tewas dimakan buaya, bahkan ada pula saat buaya ditangkap warga, diperutnya ditemukan tulang manusia.  Dan 1 orang pemancing yang tenggelam kemudian ditemukan sudah jadi tulang belulang, diduga keras dimakan Ikan Buntal.

Kemudian diperairan DAS Kumai menuju muara laut sekitar Tanjung Harapan, juga sering diceritakan warga daerah yang paling ganas. Ganasnya selain air sungai sering bergelombang karena dekat dengan laut, juga selain banyak ikan Buntal, ikan ganas lainnya. Jadi kalau ada orang yang kecebur, apa lagi tidak bisa berenang jangan harap bisa selamat, pasti jasadnya menghilang misterius.Itulah fenomena nyata di Perairan Kumai, yang sering terjadi dari dulu sampai sekarang.

 Dan semua itu pengamatan penulis, mari kita jadikan sebagai renungan, khususnya bagai mereka yang hobi memancing di Perairan Kumai, harus lebih hati-hati dan waspada.***

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

0 Comments:

Post a Comment